Macam-macam Strategi Pemasaran Pendidikan
Produk
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat
ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dibeli, digunakan, atau
dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar bersangkutan.
Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, organisasi, dan ide.
Jadi, produk bisa berupa manfaat tangible maupun manfaat intangible
yang dapat memuaskan pelanggan.
Harga (Biaya Pendidikan)
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu
produk, organisasi pendidikan harus menetapkan harga/biaya pendidikan secara
tepat. Harga merupakan satu-satunya unsur pemasaran yang memberikan pemasukan
atau pendapatan bagi institusi pendidikan, sedangkan ketiga unsur lainnya
(produk, distribusi informasi, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya
(pengeluaran). Disamping itu merupakan unsur pemasaran yang bersifat fleksibel,
artinya dapat diubah dengan cepat. Berbeda halnya dengan karakteristik produk
atau komitmen terhadap sistem distribusi informasi.
Harga dalam dunia pendidikan bisa diungkapkan
dengan berbagai istilah. Misalnya iuran SPP, komisi, gaji, honorarium dan
sebagainya. dalam pandangan konsumen, harga seringkali digunakan sebagai
indicator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang
dirasakan atas suatu produk.
Strategi Distribusi Informasi
Strategi distribusi informasi berkenaan
dengan penentuan dan manajemen saluran distribusi dipergunakan oleh organisasi
atau produsen untuk memasarkan produk-produknya sehingga produk-produk tersebut
dapat sampai ditangan konsumen yang menjadi sasaran dalam jumlah dan jenis yang
dibutuhkan pada waktu yang diperulukan, dan tempat yang tepat. Berikut beberapa
strategi distribusi yang bisa digunakan antara lain:
a. Strategi Saluran Distribusi Berganda
Saluran distribusi yang berbeda mungkin
dibutuhkan untuk mencapai segemen-segmen pelanggan yang berbeda dalam pasar
yang luas. Oleh karena itu beberapa perusahaan menerapkan strategi saluran
distribusi berganda (multiple channel strategy) yaitu penggunaan lebih dari
satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segemen pelanggan. Tujuannya
dalah untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segemen pelanggan. Dengan
menerapkan strategi ini institusi pendidikan dapat meningkatkan cakupan pasar,
menurukan biaya saluran dan lebih menyeragamkan penjualan.
b. Strategi Modifikasi Saluran Distribusi
Strategi modifikasi saluran distribusi
(channel modification strategy) adalah strategi mengubah susunan saluran
distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang. Sistem
distribusi memang perlu secara terus-menerus ditinjau dan diatur kembali untuk
menyesuaikan diri dengan perkembangan keadaan di pasar.
c. Strategi Pengendalian Saluran Distribusi
Yang dimaksud dengan strategi pengendalian
saluran distribusi (channel control strategy) adalah menguasai semua
anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka
secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama. Adapun tujuan dari strategi
pengendalian saluran distribusi adalah:
1) Untuk meningkatkan pengendalian
2) Memperbaiki ketidak efisienan
3) Mengetahui efektivitas biaya melalui kurva
pengalaman
4) Mencapai skala ekonomis.
d. Strategi Manajemen Konflik Dalam Saluran
Distribusi
Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan
adanya kerjasama antar saluran meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul
struktur kekuatan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi
gontok-gontokan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.
Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain
(dalam kasus organisasi menggunakan lebih dari satu saluran distribusi) yang
menjual produk yang sama atau yang membawa informasi yang sama ke pasar sasaran
yang sama.
Dalam pemasaran kita temukan ada yang
berorientasi pada “profit organitation” dan ada pemasaran yang
beroreintasi pada “non profit organitation”. Mengenai lembaga pendidikan
adalah termasuk ke dalam non profit organization. lembaga pendidikan
adalah sebuah kegiatan yang melayani konsumen, berupa murid, siswa, mahasiswa
dan juga masyarakat umum yang dikenal sebagai “stakeholder”. Lembaga
pendidikan pada hakekatnya bertujuan memberi layanan. Jadi strategi pemasaran
jasa pendidikan berarti rencana yang komprehesif pada kegiatan lembaga
pendidikan dalam memberi layanan jasa pendidikan yang memuaskan kepada pengguna
dengan cara memperhatikan konsep, model, produk, biaya pendidikan dan strategi
distribusi informasi jasa lembaga pendidikan.(by. Ircham Nizel)

No comments:
Post a Comment