6. Allah Memberikan Pahala yang Besar
Ingatlah selalu. Bagi mereka yang bangun di kegelapan malam, ada pahala besar yang telah disiapkan Allah. Kesadaran ini perlu Anda jaga, agar Anda selalu bersemangat mengerjakan salat malam. Dalam firman-Nya, Allah Swt. menerangkan pahala orang yang melaksanakan salat malam, “lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yagn telah mereka kerjakan,” (QS As-Sajdah [32]: 16-17).
Ibnu Sirin rahimahullah berkomentar, “Yang dimaksud adalah melihat Allah Swt.” Hasan Al-Bashri berkata, “Suatu kaum menyembunyikan beberapa amalan, maka Allah Swt. menyembunyikan untuk mereka apa yang tidak dapat dilihat oleh mata, tak dapat didengar oleh telinga, dan tak terlintas di benak manusia.” Muhammad bin Ka’ab Al-Qurazhi berpandangan, “Mereka menyembunyikan amalan karena Allah dan Allah menyembunyikan pahala bagi mereka. Andaikata mereka mendatanginya, mata itu akan merasa sejuk.”
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi Saw. bersabda, "Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh apa yang tidak dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan tak terlintas di hati manusia.’ Kemudian Beliau membaca ayat ini “Tatajâfâ junûbuhum ‘anil madhaji’i” hingga firman-Nya “Jazâan bima kanû ya’malun”,” (HR Bukhari Muslim).
Ibnul Qayyim rahimahullah memberi nasihat, “Renungkanlah bagaimana Dia membalas salat malam yang mereka sembunyikan dengan pahala yang disimpan-Nya untuk mereka, yang tidak diketahui oleh siapapun. Dan bagaimana Dia membalas keresahan mereka, ketakutan mereka, dan kegelisahan mereka ketika bangun untuk salat malam dengan ketenangan hati di surga.”
Abu Malik Al-Asy’ari r.a. berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya di surga terdapat beberapa kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luarnya. Allah menyiapkannya bagi orang yang memberikan makanan, menyebarkan salam, dan salat pada malam hari ketika manusia sedang tidur,’” (HR Ibnu Hibban).
Ibnul Qayyim berkomentar tentang penglihatan orang-orang mukmin kepada Tuhannya di surga, “Ini adalah bagian paling mulia dan paling luhur derajatnya. Juga paling menenangkan bagi hati ahlus sunnah wal jamaah, dan paling keras terhadap ahli bidah dan kesesatan. Ia adalah tujuan yang diinginkan oleh orang yang berkeinginan, dijadikan perlombaan bagi orang-orang yang berlomba. Untuk hal seperti itulah, hendaknya orang-orang yang beramal melakukan amalan. Jika penduduk surga mendapatkannya (melihat wajah Allah Swt.), mereka akan melupakan kenikmatan yang mereka alami. Dan halangan untuk melihat wajah-Nya bagi penduduk neraka lebih pedih bagi mereka daripada siksa neraka. Para nabi, rasul, sahabat, tabiin dan imam Islam pada masing-masing abad sepakat atasnya.”
By. Ircham J. NiZel (sumber milis tarbiyah nurul haq)
No comments:
Post a Comment