3. Allah Melihat dan Mendengar
Wahai saudaraku tercinta, ketika Anda hendak bangun untuk melaksanakan salat malam, rasakan dengan sepenuh hati bahwa Tuhan Anda yang Mahaagung melihat Anda. Dia melihat dan mendengar doa Anda, salat Anda, dan munajat Anda. Ketika seorang hamba yang hina dan fakir merasakan bahwa Tuhannya melihat dia sungguh-sungguh dan lelah dalam menaati-Nya, maka segala kesulitan akan terasa mudah. Ia akan bergegas memperbaiki kelalaiannya demi mencari rida Tuhannya Yang Mahalembut lagi Mahaagung.
Kenyataan ini telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya: “Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS Asy-Syu’ara [26]: 217 - 220).
Wahai saudaraku, bangunlah pada tengah malam! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu dari kelalaian dan kebanyakan tidur! Tumpahkanlah air mata penyesalan. Katakan dengan lidah kehinaan dan kefakiran, “Wahai kabut kelalaian, hilanglah dari hati! Wahai matahari ketakwaan dan keimanan, terbitlah! Wahai catatan amal orang-orang saleh, naiklah! Wahai hati para mujtahid, khusyuklah! Wahai kaki orang yang bertobat, sujudlah pada Tuhanmu dan rukuklah! Wahai mata para pendosa, janganlah tertidur! Wahai dosa orang yang bertobat janganlah kembali! Wahai hati orang-orang arif, puaslah!
Inilah berbagai kenikmatan yang diberikan di kegelapan malam. Tiada seorang pun dari kalian kecuali telah dipanggil, “Wahai kaumku, jawablah orang yang berdakwah kepada Allah!” Wahai cita-cita orang mukmin, bergegaslah! karena sangat beruntunglah bagi orang yang menjawab dan mengena. Dan kecelakaanlah bagi orang yang diusir dari pintu dan tidak dipanggil. By Ircham J. NiZel (sumber milis tarbiyah nurul haq)

No comments:
Post a Comment