5. Allah pun Kagum
Orang yang selalu mengerjakan salat malam memiliki kedudukan istimewa. Allah mengagumi dan membanggakan dia dan salatnya kepada para malaikat yang mulia.
Dengarkan perkataan Nabi Saw. ketika beliau mendidik kita tentang kenyataan ini. Beliau bersabda, “Tuhan kita kagum pada dua orang, yaitu orang yang bangun dengan giat, lalu meninggalkan kasur dan selimutnya, antara istrinya dan cintanya kepada salatnya. Allah Jalla wa Jalla berfirman, ‘Wahai para malaikat-Ku, lihatlah hamba-Ku ini! Ia bangun meninggalkan kasur dan selimutnya, antara isterinya dan cintanya kepada salatnya karena menginginkan apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai.’ Dan orang yang berperang di jalan Allah sedangkan para sahabatnya mengalami kekalahan. Ia mengetahui penderitaan mereka dalam kekalahan dan pahalanya jika ia kembali. Kemudian dia pun kembali sehingga darahnya tumpah. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Dia kembali karena mengharap apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai hingga darahnya mengalir,’” (HR Ahmad, Abu Ya’la, At-Thabrani dan Ibnu Hibban).
Dari Uqbah bin Amir r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda, “Seorang dari umatku bangun pada malam hari. Ia memaksa dirinya kepada kesucian, padahal dirinya dalam keadaan terikat. Ketika dia membasuh kedua tangannya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kakinya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia mengusap kepalanya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kedua kakinya, terlepaslah satu ikatan. Kemudian Allah berfirman kepada yang ada di balik tirai (malaikat), ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Ia memaksa dirinya dan memohon kepada-Ku. Apa yang dimohon oleh hamba-Ku, hal itu adalah miliknya,’” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, "Jika seorang hamba tidur dalam keadaan sujud, Allah membanggakannya pada para malaikat. Dia berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku, dia sedang menyembah-Ku padahal ruhnya berada pada-Ku dan dia dalam keadaan sujud.’”
Wahai saudaraku, bangunlah di kegelapan malam dan bermunajatlah kepada Tuhanmu. Dan katakanlah kepada diri Anda,
“Wahai diri, bangunlah! karena para makhluk telah tertidur.
Jika engkau mengerjakan kebaikan, maka Pemilik Arsy akan melihat.
Engkau, wahai mata, tinggalkanlah tidur.
Ketika pagi, kaum itu memuji Yang Maha Mulia
Dengarkan perkataan Nabi Saw. ketika beliau mendidik kita tentang kenyataan ini. Beliau bersabda, “Tuhan kita kagum pada dua orang, yaitu orang yang bangun dengan giat, lalu meninggalkan kasur dan selimutnya, antara istrinya dan cintanya kepada salatnya. Allah Jalla wa Jalla berfirman, ‘Wahai para malaikat-Ku, lihatlah hamba-Ku ini! Ia bangun meninggalkan kasur dan selimutnya, antara isterinya dan cintanya kepada salatnya karena menginginkan apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai.’ Dan orang yang berperang di jalan Allah sedangkan para sahabatnya mengalami kekalahan. Ia mengetahui penderitaan mereka dalam kekalahan dan pahalanya jika ia kembali. Kemudian dia pun kembali sehingga darahnya tumpah. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Dia kembali karena mengharap apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai hingga darahnya mengalir,’” (HR Ahmad, Abu Ya’la, At-Thabrani dan Ibnu Hibban).
Dari Uqbah bin Amir r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda, “Seorang dari umatku bangun pada malam hari. Ia memaksa dirinya kepada kesucian, padahal dirinya dalam keadaan terikat. Ketika dia membasuh kedua tangannya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kakinya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia mengusap kepalanya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kedua kakinya, terlepaslah satu ikatan. Kemudian Allah berfirman kepada yang ada di balik tirai (malaikat), ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Ia memaksa dirinya dan memohon kepada-Ku. Apa yang dimohon oleh hamba-Ku, hal itu adalah miliknya,’” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, "Jika seorang hamba tidur dalam keadaan sujud, Allah membanggakannya pada para malaikat. Dia berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku, dia sedang menyembah-Ku padahal ruhnya berada pada-Ku dan dia dalam keadaan sujud.’”
Wahai saudaraku, bangunlah di kegelapan malam dan bermunajatlah kepada Tuhanmu. Dan katakanlah kepada diri Anda,
“Wahai diri, bangunlah! karena para makhluk telah tertidur.
Jika engkau mengerjakan kebaikan, maka Pemilik Arsy akan melihat.
Engkau, wahai mata, tinggalkanlah tidur.
Ketika pagi, kaum itu memuji Yang Maha Mulia
By. Ircham J. NiZel (sumber milis tarbiyah nurul haq)

No comments:
Post a Comment