KHALIFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ R.A.
Suatu ketika Rasulullah menasihati sahabat Abu Bakar r.a.: “Hai Abu Bakar, urusan kedudukan itu adalah untuk orang yang tidak menginginkannya, bukan untuk orang-orang yang menonjol-nonjolkan diri dan memburunya. Ia adalah bagi orang yang memandang kecil urusan itu dan bukan bagi orang yang mengulur-ulurkan kepalanya untuk itu.” Dan Rasulullah memberikan nasihat kepada kita agar dalam memilih seorang pemimpin adalah orang yang ahli dan tepat, sebagaimana sabdanya: “Apabila amanat itu telah disia-siakan, maka tunggulah saat (kehancurannya). Sahabat bertanya: Bagaimana menyia-nyiakannya? Jawab Rasulullah: Apabila suatu jabatan diserahkan kepada orang-orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR. Bukhari).
Dunia islam mulai menorehkan tinta emas dalam sejarahnya sejak Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Rahasia terpilihnya peristiwa yang agung ini sebagai permulaan sejarah Islam adalah karena sejak saat itu anugerah kemenangan dari Allah SWT kepada Rasulnya-Nya mulai terlihat, yakni kemenangan terhadap orang-orang yang memerangi beliau di kota suci tersebut. Padahal sebenarnya seluruh tokoh kabilah Quraisy telah mengatur siasat untuk membunuh beliau. Satu-satunya sahabat yang menemani Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah ini, tidak lain adalah Abu Bakar ash-Shidiq. Tatkala beliau sedang menderita sakit menjelang wafatnya sehingga tidak kuat lagi menunaikan shalat berjamaah bersama kaum muslimin. Abu Bakar pulalah yang ditunjuk menggantikan beliau sebagai imam.
Abu Bakar dilahirkan dengan nama Abdullah ibn Abi Qahafah dari seorang ayah bernama Abu Qahafah yang semula bernama Utsman ibn Amir. Sedangkan ibunya bernama Ummu al-Khair yang semula bernama salma binti sakhr ibn Amir.
Pilihan Rasulullah SAW kepada Abu Bakar untuk menyertainya dalam perjalanan hijrah dan menggantikan kedudukannya menjadi imam dalam shalat berjamaah bukan tanpa alasan sama sekali. Abu Bakar adalah orang yang pertama yang menyatakan keimanannya kepada Allah dan Rasulnya. Pengorbanannya yang dilandasi oleh keimanan yang kokoh, telah banyak ia lakukan. Ia selalu siaga membela Nabi dalam berdakwah, sebagaimana pembelaanya terhadap kaum muslimin. Kepentingan Rasulullah SAW lebih diutamakan daripada kepentingan dirinya sendiri. Bahkan dalam segala situasi,ia selalu mendampingi perjuangan Nabi SAW. Kesempurnaan akhlaknya berpadu erat dengan kekuatan imannya. Tidak hanya itu Abu Bakar juga dikenal juga sebagai seorang hamba Allah yang memiliki sifat paling kasih sayang kepada manusia lainnya.
Latar Belakang Pengangkatan Khalifah Pertama
Proses suksesi kepemimpinan pasca-wafatnya nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat (kepala pemerintahan), sempat menjadi perdebatan di kalangan umat. Hal itu turut disebabkan karena sang nabi tidak meninggalkan wasiat siapa orang yang pantas menggantikan beliau. Setidaknya ada tiga golongan umat Islam yang berbeda pendapat dan masing-masing merasa berhak bahwa dari golongan merekalah yang pantas sebagai pengganti nabi Muhammad. Ketiga golongan itu adalah Muhajirin, Anshar, dan Ahlul Bait. Maka diadakanlah pertemuan di Tsaqifah Bani Saidah. Tatkala terjadi diskusi yang cukup menegangkan antara golongan Anshar dan Muhajirin, tiba-tiba Abu Bakar langsung memusatkan perhatian dan mencalonkan dua tokoh sahabat, Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah bin Jarrah. Mendengar pencalonan itu, Basyir bin Saad dan Abu Ubaidah bin Jarrah langsung berteriak bahwa tidak mungkin mereka yang dipilih sementara ada Abu Bakar yang mereka nilai sebagai tokoh termulia dan pantas sebagai pemimpin. Bahkan Umar pun langsung menyebutkan keutamaan yang dimiliki Abu Bakar dan tidak dimiliki oleh sahabat yang lain. Dengan segera, Umar pun mengangkat tangan Abu Bakar dan membaiatnya. Tindakan Umar itu pun diikuti oleh para sahabat lain yang hadir di Tsaqifah Bani Saidah tersebut. Sesudah Abu Bakar dilantik menjadi Khalifah beliau pun berpidato sebagai sambutan atas kepercayaan Orang banyak kepada dirinya itu:
“Wahai Manusia, sekarang aku telah menjabat pekerjaan kami ini, tetapi tidaklah aku Orang yang lebih baik daripada kamu. Maka jika aku telah berlaku baik dalam jabatanku, dukunglah aku. Tetapi kalo aku bersalah, tegakkanlah aku kembali. Kejujuran adalah suatu amanat, kedusataan adalah suatu khianat. Orang yang kuat di antara kamu, pada sisiku hanyalah lemah, sehingga hak si lemah aku tarik daripadanya. Orang lemah di sisimu, pada sisiku kuat, sebab akan ku ambilkan daripada si kuat akn haknya, insya Allah. Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah SWT dan rasulnya…”
Ali berkata tentang hal ini: ”... Maka kami memilih untuk urusan dunia kami orang yang telah kami pilih untuk urusan agama kami. Shalat adalah pokok Islam, adalah komandan agama dan tiang agama. Oleh sebab itulah kami membaiat Abu Bakar, sebab dia memang pantas untuk memikul tugas itu...” (Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir)
Sebagai seorang Khalifah, dalam mengambil kebijakan Abu Bakar pertama-tama dicarinya
hukum-hukum yang ada dalam Quran dan Sunnah. Jika tidak menemukan, beliau tidak
segan-segan bertanya kepada sahabat yang lain, Ada soal begini, begini Adakah
Saudara-saudara tahu bahwa Rasulullah pernah memberi fatwa tentang itu?O, ya ada!, jawab sahabat yang lain. Abu Bakar berkata, Alhamdulillah masih ada di antara kita yang masih hafal akan fatwa-fatwa Rasulullah.
Di masa pemerintahan beliau, Islam mulai menunjukkan keperkasaannya.Wilayah Islam semakin luas dan diperhitungkan, yang tentunya ini bisa terjadi karena kepemimpinan yang bertaqwa kepada Allah. Khalifah Abu Bakar mengirim Khalid bin Walid untuk memimpin pasukan untuk menyerang Irak dan Irak berhasil ditaklukkan, yang waktu itu masih dibawah Kerajaan Persia, salah satu dari Imperium Dunia. Yang lainnya adalah Kerajaan Romawi. Kemudian seluruh Kerajaan Persia (sekarang Iran) berhasil ditaklukkan. Sehingga dakwah ilallah semakin berkembang. Di akhir hayatnya, Khalifah kembali mengirim Khalid untuk mulai menyerang Romawi, dengan dimulai dari Syam (sekarang Syria). Pada saat berlangsung pertempuran tersebut beliau menghembuskan nafas terakhir. Kelak pada masa pemerintahan selanjutnya,
masa Umar bin Khattab dan seterusnya, Syam dan wilayah Romawi lainnya berhasil ditaklukkan.
Tuesday, May 18, 2010
Monday, May 10, 2010
TUK DUNIA SIKECIL HARI INI
"HAPPY ULANG SANNAH"
06 Mei 2010
semoga kamu selalu belajar
bagaimana dunia bisa meradang dengan kegilaan penghuninya
agar kamu bisa mengembalikan fungsi dunia
yang telah dititahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa
lewat Utusan Mulia-Nya Rasulullah sang Amin
Hadirmu Selalu ditunggu,
besarmu selalu dituju,
pandaimu selalu ditiru,
kontribusimu selalu diadu,
sejarah hidupmu selalu diacu
oleh dunia yang merana
bak seorang kekasih yang merindukan
kasih sayang pujaannya
agar tercipta kedamaian dan keserasian
sehingga tua pun tetap mendamba
sang pencipta Tuhan Yang Maha Esa ……
(by. Ircham Nizel)
(by. Ircham Nizel)
Wednesday, May 05, 2010
Tips dan Triks Bersemangat Shalat Malam Bag. 7 (Terakhir)
7 Mengetahui bahwa salat malam dapat menangkal lupa dari hati
Lupa adalah penyakit berbahaya yang dapat menimpa hati jika terlalu diberi kewenangan dalam hal-hal mubah, bermalas-malasan dalam mengerjakan ketaatan, tenggelam dalam kenikmatan dan lalai dalam bermunajat kepada Pencipta langit dan bumi. Pada saat seperti ini, obat yang paling manjur – dengan izin Allah – adalah salat malam.
Rasul kita Saw. telah meyakinkan kita bahwa salat malam dapat menangkal lupa dari hati. Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. bahwasanya Nabi Saw. bersabda, "Barang siapa mengerjakan salat malam dengan sepuluh ayat, ia tidak dicatat termasuk orang yang lupa. Barang siapa mengerjakan salat dengan seratus ayat, ia akan dicatat termasuk orang-orang yang taat. Dan barang siapa mengerjakan salat dengan seribu ayat, ia akan dicatat termasuk orang-orang yang memiliki kekayaan yang besar,” (HR Abu Daud, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).
Bahkan Rasul Saw. telah memberitahu kita bahwa tidur yang melalaikan dari salat malam merupakan suatu kelupaan dari orang mukmin yang dikehendaki oleh setan untuk melemahkan orang tidur ini, menguasainya dan mengencingi kedua telinganya.
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata, "Disebutkan di hadapan Nabi Saw. seorang lelaki yang tidur semalam suntuk hingga pagi. Beliau lalu bersabda, ‘Itu adalah orang yang telinganya dikencingi setan,’” Atau beliau bersabda, ‘Kedua telinganya,’” (HR Bukhari Muslim).
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi rahimahullah berkata, “Obat hati itu ada lima, yaitu membaca Al-Quran dengan memikirkan maknanya, kosongnya perut, salat malam, merendahkan diri kepada Allah pada waktu sahur dan berkumpul dengan orang-orang saleh.
By. Ircham J. NiZel (sumber milis tarbiyah nurul haq)
Tips dan Triks Bersemangat Shalat Malam Bag. 6
6. Allah Memberikan Pahala yang Besar
Ingatlah selalu. Bagi mereka yang bangun di kegelapan malam, ada pahala besar yang telah disiapkan Allah. Kesadaran ini perlu Anda jaga, agar Anda selalu bersemangat mengerjakan salat malam. Dalam firman-Nya, Allah Swt. menerangkan pahala orang yang melaksanakan salat malam, “lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yagn telah mereka kerjakan,” (QS As-Sajdah [32]: 16-17).
Ibnu Sirin rahimahullah berkomentar, “Yang dimaksud adalah melihat Allah Swt.” Hasan Al-Bashri berkata, “Suatu kaum menyembunyikan beberapa amalan, maka Allah Swt. menyembunyikan untuk mereka apa yang tidak dapat dilihat oleh mata, tak dapat didengar oleh telinga, dan tak terlintas di benak manusia.” Muhammad bin Ka’ab Al-Qurazhi berpandangan, “Mereka menyembunyikan amalan karena Allah dan Allah menyembunyikan pahala bagi mereka. Andaikata mereka mendatanginya, mata itu akan merasa sejuk.”
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi Saw. bersabda, "Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh apa yang tidak dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan tak terlintas di hati manusia.’ Kemudian Beliau membaca ayat ini “Tatajâfâ junûbuhum ‘anil madhaji’i” hingga firman-Nya “Jazâan bima kanû ya’malun”,” (HR Bukhari Muslim).
Ibnul Qayyim rahimahullah memberi nasihat, “Renungkanlah bagaimana Dia membalas salat malam yang mereka sembunyikan dengan pahala yang disimpan-Nya untuk mereka, yang tidak diketahui oleh siapapun. Dan bagaimana Dia membalas keresahan mereka, ketakutan mereka, dan kegelisahan mereka ketika bangun untuk salat malam dengan ketenangan hati di surga.”
Abu Malik Al-Asy’ari r.a. berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya di surga terdapat beberapa kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luarnya. Allah menyiapkannya bagi orang yang memberikan makanan, menyebarkan salam, dan salat pada malam hari ketika manusia sedang tidur,’” (HR Ibnu Hibban).
Ibnul Qayyim berkomentar tentang penglihatan orang-orang mukmin kepada Tuhannya di surga, “Ini adalah bagian paling mulia dan paling luhur derajatnya. Juga paling menenangkan bagi hati ahlus sunnah wal jamaah, dan paling keras terhadap ahli bidah dan kesesatan. Ia adalah tujuan yang diinginkan oleh orang yang berkeinginan, dijadikan perlombaan bagi orang-orang yang berlomba. Untuk hal seperti itulah, hendaknya orang-orang yang beramal melakukan amalan. Jika penduduk surga mendapatkannya (melihat wajah Allah Swt.), mereka akan melupakan kenikmatan yang mereka alami. Dan halangan untuk melihat wajah-Nya bagi penduduk neraka lebih pedih bagi mereka daripada siksa neraka. Para nabi, rasul, sahabat, tabiin dan imam Islam pada masing-masing abad sepakat atasnya.”
By. Ircham J. NiZel (sumber milis tarbiyah nurul haq)
TIPS DAN TRIKS BERSEMANGAT SALAT MALAM Bag. 5
5. Allah pun Kagum
Orang yang selalu mengerjakan salat malam memiliki kedudukan istimewa. Allah mengagumi dan membanggakan dia dan salatnya kepada para malaikat yang mulia.
Dengarkan perkataan Nabi Saw. ketika beliau mendidik kita tentang kenyataan ini. Beliau bersabda, “Tuhan kita kagum pada dua orang, yaitu orang yang bangun dengan giat, lalu meninggalkan kasur dan selimutnya, antara istrinya dan cintanya kepada salatnya. Allah Jalla wa Jalla berfirman, ‘Wahai para malaikat-Ku, lihatlah hamba-Ku ini! Ia bangun meninggalkan kasur dan selimutnya, antara isterinya dan cintanya kepada salatnya karena menginginkan apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai.’ Dan orang yang berperang di jalan Allah sedangkan para sahabatnya mengalami kekalahan. Ia mengetahui penderitaan mereka dalam kekalahan dan pahalanya jika ia kembali. Kemudian dia pun kembali sehingga darahnya tumpah. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Dia kembali karena mengharap apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai hingga darahnya mengalir,’” (HR Ahmad, Abu Ya’la, At-Thabrani dan Ibnu Hibban).
Dari Uqbah bin Amir r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda, “Seorang dari umatku bangun pada malam hari. Ia memaksa dirinya kepada kesucian, padahal dirinya dalam keadaan terikat. Ketika dia membasuh kedua tangannya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kakinya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia mengusap kepalanya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kedua kakinya, terlepaslah satu ikatan. Kemudian Allah berfirman kepada yang ada di balik tirai (malaikat), ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Ia memaksa dirinya dan memohon kepada-Ku. Apa yang dimohon oleh hamba-Ku, hal itu adalah miliknya,’” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, "Jika seorang hamba tidur dalam keadaan sujud, Allah membanggakannya pada para malaikat. Dia berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku, dia sedang menyembah-Ku padahal ruhnya berada pada-Ku dan dia dalam keadaan sujud.’”
Wahai saudaraku, bangunlah di kegelapan malam dan bermunajatlah kepada Tuhanmu. Dan katakanlah kepada diri Anda,
“Wahai diri, bangunlah! karena para makhluk telah tertidur.
Jika engkau mengerjakan kebaikan, maka Pemilik Arsy akan melihat.
Engkau, wahai mata, tinggalkanlah tidur.
Ketika pagi, kaum itu memuji Yang Maha Mulia
Dengarkan perkataan Nabi Saw. ketika beliau mendidik kita tentang kenyataan ini. Beliau bersabda, “Tuhan kita kagum pada dua orang, yaitu orang yang bangun dengan giat, lalu meninggalkan kasur dan selimutnya, antara istrinya dan cintanya kepada salatnya. Allah Jalla wa Jalla berfirman, ‘Wahai para malaikat-Ku, lihatlah hamba-Ku ini! Ia bangun meninggalkan kasur dan selimutnya, antara isterinya dan cintanya kepada salatnya karena menginginkan apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai.’ Dan orang yang berperang di jalan Allah sedangkan para sahabatnya mengalami kekalahan. Ia mengetahui penderitaan mereka dalam kekalahan dan pahalanya jika ia kembali. Kemudian dia pun kembali sehingga darahnya tumpah. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Dia kembali karena mengharap apa yang Aku miliki dan menyintai apa yang Aku punyai hingga darahnya mengalir,’” (HR Ahmad, Abu Ya’la, At-Thabrani dan Ibnu Hibban).
Dari Uqbah bin Amir r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda, “Seorang dari umatku bangun pada malam hari. Ia memaksa dirinya kepada kesucian, padahal dirinya dalam keadaan terikat. Ketika dia membasuh kedua tangannya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kakinya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia mengusap kepalanya, terlepaslah satu ikatan. Ketika dia membasuh kedua kakinya, terlepaslah satu ikatan. Kemudian Allah berfirman kepada yang ada di balik tirai (malaikat), ‘Lihatlah hamba-Ku ini! Ia memaksa dirinya dan memohon kepada-Ku. Apa yang dimohon oleh hamba-Ku, hal itu adalah miliknya,’” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, "Jika seorang hamba tidur dalam keadaan sujud, Allah membanggakannya pada para malaikat. Dia berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku, dia sedang menyembah-Ku padahal ruhnya berada pada-Ku dan dia dalam keadaan sujud.’”
Wahai saudaraku, bangunlah di kegelapan malam dan bermunajatlah kepada Tuhanmu. Dan katakanlah kepada diri Anda,
“Wahai diri, bangunlah! karena para makhluk telah tertidur.
Jika engkau mengerjakan kebaikan, maka Pemilik Arsy akan melihat.
Engkau, wahai mata, tinggalkanlah tidur.
Ketika pagi, kaum itu memuji Yang Maha Mulia
By. Ircham J. NiZel (sumber milis tarbiyah nurul haq)
Monday, May 03, 2010
TIPS DAN TRIKS BERSEMANGAT SALAT MALAM Bag.4
Tahukah Anda, Allah Swt. tersenyum dan bahagia melihat orang yang selalu melaksanakan salat malam. Barang siapa yang menyebabkan Allah tersenyum, maka tidak ada siksaan baginya. Alangkah mujurnya Anda, wahai orang yang selalu salat malam dengan pahala yang agung ini.
Rasulullah Saw. telah mengabarkan kepada kita bahwa Allah Swt. tersenyum dan bahagia kepada orang yang rida dan gembira berdiri untuk-Nya di kegelapan ketika yang lain sedang terlelap. Abu Darda’ r.a. berkata, "Rasulullah Saw. telah bersabda, ‘Ada tiga orang yang dicintai oleh Allah. Allah tersenyum dan bahagia pada mereka; pertama, orang yang ketika suatu kelompok telah kalah, dia berperang di belakangnya sendirian karena Allah Azza wa Jalla. Adakalanya dia terbunuh atau Allah menolongnya dan mencukupinya. Dia berfirman, ‘Lihatlah kalian pada hamba-Ku ini. Bagaimana dia telah dengan sabar demi aku mengorbankan dirinya?’, kedua, orang yang mempunyai istri cantik dan tempat tidur bagus dan lembut, kemudian dia bangun pada waktu malam. Dia berfirman, ‘Dia meninggalkan syahwatnya dan berzikir kepada-Ku. Andaikata dia mau, dia bisa tidur.’, ketiga, orang yang ketika di perjalanan, sedangkan dia bersama rombongan. Mereka terjaga kemudian tidur, kemudian dia pun bangun pada waktu sahur dalam keadaan susah maupun senang,'” (HR Ath-Thabrani dan dihasankan oleh Al-Albani).
Daud bin Rasyid rahimahullah bercerita, “Pada suatu malam aku bangun untuk salat, tapi aku dikalahkan oleh kedinginan, maka aku pun kembali tidur. Kemudian, aku bermimpi seakan-akan seseorang berkata, ‘Wahai Daud, bagaimana engkau lebih mengutamakan tidur daripada salat?’ Rawi berkata, ‘Aku kira Daud tidak lagi tidur setelahnya!
Wallahu a'lam. By. Ircham J. NiZel (Sumber milis tarbiyah nuruh haq)
Daud bin Rasyid rahimahullah bercerita, “Pada suatu malam aku bangun untuk salat, tapi aku dikalahkan oleh kedinginan, maka aku pun kembali tidur. Kemudian, aku bermimpi seakan-akan seseorang berkata, ‘Wahai Daud, bagaimana engkau lebih mengutamakan tidur daripada salat?’ Rawi berkata, ‘Aku kira Daud tidak lagi tidur setelahnya!
Wallahu a'lam. By. Ircham J. NiZel (Sumber milis tarbiyah nuruh haq)
Saturday, May 01, 2010
TIPS DAN TRIKS BERSEMANGAT SALAT MALAM Bag.3
3. Allah Melihat dan Mendengar
Wahai saudaraku tercinta, ketika Anda hendak bangun untuk melaksanakan salat malam, rasakan dengan sepenuh hati bahwa Tuhan Anda yang Mahaagung melihat Anda. Dia melihat dan mendengar doa Anda, salat Anda, dan munajat Anda. Ketika seorang hamba yang hina dan fakir merasakan bahwa Tuhannya melihat dia sungguh-sungguh dan lelah dalam menaati-Nya, maka segala kesulitan akan terasa mudah. Ia akan bergegas memperbaiki kelalaiannya demi mencari rida Tuhannya Yang Mahalembut lagi Mahaagung.
Kenyataan ini telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya: “Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS Asy-Syu’ara [26]: 217 - 220).
Wahai saudaraku, bangunlah pada tengah malam! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu dari kelalaian dan kebanyakan tidur! Tumpahkanlah air mata penyesalan. Katakan dengan lidah kehinaan dan kefakiran, “Wahai kabut kelalaian, hilanglah dari hati! Wahai matahari ketakwaan dan keimanan, terbitlah! Wahai catatan amal orang-orang saleh, naiklah! Wahai hati para mujtahid, khusyuklah! Wahai kaki orang yang bertobat, sujudlah pada Tuhanmu dan rukuklah! Wahai mata para pendosa, janganlah tertidur! Wahai dosa orang yang bertobat janganlah kembali! Wahai hati orang-orang arif, puaslah!
Inilah berbagai kenikmatan yang diberikan di kegelapan malam. Tiada seorang pun dari kalian kecuali telah dipanggil, “Wahai kaumku, jawablah orang yang berdakwah kepada Allah!” Wahai cita-cita orang mukmin, bergegaslah! karena sangat beruntunglah bagi orang yang menjawab dan mengena. Dan kecelakaanlah bagi orang yang diusir dari pintu dan tidak dipanggil. By Ircham J. NiZel (sumber milis tarbiyah nurul haq)
Subscribe to:
Comments (Atom)





