Saturday, June 16, 2012

MUSIK ANGKLUNG UNTUK ANAK TK DAN PAUD



Berangkat dari pentingnya mengembangkan kemampuan dasar anak melalui seni maka perlu anak prasekolah (TK)  mengenai musik melalui lagu atau pengenalan alat musik sederhana. Dalam meningkatkan bidang kemampuan dasar seorang anak perlu sekalii anak TK dirangsangan/diberi stimulus supaya apa yang ada dalam diri seorang anak TK tersebut dapat diketahui  dan dapat ditingkatkan kearah yang lebih baik. Karena salah satu kemampuan dasar anak adalah kemampuan seni, dimana kemampuan ini bertujuan agar anak dapat dan mampu menciptakan sesuatu berdasarkan imajinasinya, mengembangkan kepekaan, dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif.  Maka penulis dalam hal ini perlu mengenalkan alat musik angklung sebagai media pembelajaran di TK. Hal ini diyakinan penulis bahwa mengajari anak TK bermain alat musik lebih awal akan memberikan dampak yang positif pada perkembangan diri anak dan kemampuan dasar anak menjadi lebih kreatif. Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran angkung di TK ada beberapa faktor yang harus ditentukan di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara tidak langsung dapat mempengaruhi, membina, dan meningkatkan kecerdasan serta ketrampilan anak. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pengajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang disampaikan. Dalam proses mengajar guru harus bisa menimbulkan sesuatu yang menarik bagi muridnya, dimana proses pembelajaran tersebut dapat memberikan upaya meningkatan gairah atau semangat anak anak TK belajar alat musik angklung.
Karena pembelajaran alat musik angklung ini agak berbeda dengan mata pelaran yang lain maka perlu trik-trik khusus dari guru supaya anak benar-benar merasa berminat dan menyenangi alat musik ini sebagai mainan  yang menarik hati mereka.  Mengajari anak TK  bermain alat musik angklung ini selain membutuhkan konsentrasi juga harus menggunakan perasaan dan hati nurani mereka sehinga akan memberikan sesuatu musik yang indah dan akan tercipta suatu simponi yang baik pula. Apabila biasanya guru hanya mengajari anak bernyanyi atau mengenalkan irama musik saja, kali ini guru mengenalkan  pembelajaran yang menarik  yaitu  membuatkan orchestra-orkerta kecil untuk anak-anak TK supaya anak menjadi senang, berantusias dan bersemangat.
Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa anak-anak TK lebih bersemangat, lebih berantusias dalam belajar bermain alat musik angklung dan tidak ada tampak rasa ketakutan salah mereka menggunakan alat musik ini bahkan terpancar dari wajah mereka rasa senang dan bangga dapat memainkan alat musik angklung ini dengan baik.(Ircham Nizel)

STRATEGI BERSAING TK BHAKTI PRIMA


Setiap lembaga pendidikan menginginkan penyelenggaraan proses belajar mengajar dapat diterima oleh masyarakat oleh karena itu setiap lembaga penddikan harus dapat mengoptimalkan strategi pemasaran yang tepat dan berdaya saing untuk mendapatkan siswa pada saat penerimaan siswa baru (PSB) dalam rangka untuk mencapai tujuan didirikannya lembaga pendidikan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar, pangsa pasar relatif dan strategi pemasaran yang dilakukan TK Bhakti Prima berdasarkan analisis SWOT. Dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam strategi bersaing serta merumuskan strategi bersaingnya.
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode riset lapangan meliputi kegiatan observasi dan wawancara serta metode riset kepustakaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.  
Hasil analisis SWOT dapat diketahui bahwa mutu dan pelayanan menjadi modal utama dalam penyelenggaraan dan pengembangan TK Bhakti Prima dalam menghadapi persaingan dengan lembaga pendidikan lain yang berada di wilayah Pamulang, strategi pemasaran yang digunakan adalah Strategi pelayanan, yakni pelayanan program paket dan program harga paket. Hal ini bisa dilihat dari hasil beberapa analisa, yaitu Analisa Focus Group Discussion (FGD), terdapat 2 faktor yang berpengaruh dalam perkembangan  TK Bhakti Prima yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Analisa  Analityc Hierarki Process (AHP), hasilnya Nilai Consistensy Rasio (C.R) untuk faktor internal dan eksternal sebesar nilai 6,21 %, sedangkan untuk gabungannya nilai CR nya 6,57 %. Karena ketiganya mempunyai nilai lebih kecil dari 10 % sehingga ketidak-konsistenan pendapat peserta FGD masih dianggap dapat diterima.
Analisa Boston Consulting Group (BCG), didapat nilai pertumbuhan TK Bhakti Prima sebesar 90,32 % dan pangsa pasarnya pada tahun 2010-2011 sebesar 0,78 % ini menandakan posisi TK Bhakti Prima pada kuadran Tanda Tanya (Question Mark). dan mempunyai nilai pangsa pasar relatifnya lebih kecil dari satu (<1). Kemudian pada tahun 2011-2012 pangsa pasar berada pada posisi   Stars (bintang) yang menunjukkan bahwa posisi TK Bhakti Prima berada pada pertumbuhan pasar tinggi atau sangat cepat dan pangsa pasar tinggi,  karena  pangsa  pasar TK Bhakti Prima mengalami kenaikan pada tahun 2011-2012 dan mempunyai nilai pangsa pasar relatifnya lebih besar dari satu (>1).  Dan analisa Blu Ocean Strategy (Samudra Biru) bahwa ada faktor yang harus dikembangkan, yaitu faktor pelayanan. Strategi menunjukkan bahwa dengan pelayanan yang baik melalui program paket dan harga paket maka orang tua merasa tenang dan aman dalam pembiayaan pendidikan anak mereka untuk beberapa tahun  ke depan.(By Ircham Nizel)

Friday, March 09, 2012

PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL 
(KKM)


ANALISIS PENCAPAIAN KKM


RAMBU-RAMBU
·         KKM direncanakan dan ditetapkan pada awal tahun pel;ajaran
·         KKM ditetapkan oleh forum MGMP Madrasah
·         Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0-100
·         Nilai ketuntasan belajar  maksimal adalah 100
·         Madrasah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketntasan belajar maksimal
·         Nilai KKM dicantumkan dalam Laporah Hasil Belaja Peserta Didik

LANGKAH-LANGKAH ATAU CARA-CARA SEBAGAI BERIKUT :

KKM INDIKATOR  --------  KKM KD  --------  KKM SK  --------  KKM MP

KRITERIA PENETAPAN KKM
·         Kompleksitas ( kesulitan atau kerumitan)
·         Daya Dukung
·         Intake siswa
PENETAPAN KKM
Menggunakan format A

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI

            A. Dengan memberikan poin pada setiap kriteria yang ditetapkan :
                 1. Kompleksitas      :           Tinggi              = 1
                                                :           Sedang                        = 2
                                                :           Rendah            = 3
                 2. Daya Dukung      :           Tinggi              = 3
                                                :           Sedang                        = 2
                                                :           Rendah            = 1
                 3. Intake                 :           Tinggi              = 3
                                                :           Sedang                        = 2
                                                :           Rendah            = 1

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dang intake peserta didik sedang   --------   misalnya :
            ( 3 + 3 + 2) X 100 = 88.89 dibulatkan menjadi 89
                        9


            B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria, misalnya :
                 1. Kompleksitas      :           - Tinggi                        = 50 – 64
                                                            - Sedang          = 65 – 80
                                                            - Rendah          = 81 – 100

                 2. Daya Dukung      :           - Tinggi                        = 80 – 100
                                                            - Sedang          = 65 – 80
                                                            - Rendah          = 50 – 64

                 3. Intake                 :           - Tinggi                        = 81 – 100
                                                            - Sedang          = 65 – 80
                                                            - Rendah          = 50 – 64

Jika indikator memiliki kriteria : kompleksitas sedang, daya dukung tinggi dan intake sedang
-------   nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria  yang ditentukan.

Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepaka-
tan forum MGMP di Madrasah.

            C. Dengan memberikan pertimbangan professional judgement pada setiap kriteria
                 untuk menetapkan nilai  :

     1. Kompleksitas                  :           - Tinggi
- Sedang
- Rendah

                 2. Daya Dukung                  :           - Tinggi
                                                                        - Sedang
                                                                        - Rendah

                 3. Intake                             :           - Tinggi
                                                                        - Sedang
                                                                        - Rendah         

Contoh :
Jika indikator memiliki kriteria  : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang -----------  maka dapat dikatakan ada dua komponen yang mempengaruhi
untuk dapat  mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu kompleksitas rendah dan daya dukung tinggi, jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.








TINGKAT KOMPLEKSITAS

Tingkat Kompleksitas  :  kesulitan dan kerumitan setiap IP / KD yang harus dicapai oleh peserta didik.

Tingkat kompleksitas tinggi , apabila dalam pelaksanaan  menuntut :
·         Guru
-          Memahami kompetensi yang harus dicapai peserta didik
-          Kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran
·         Waktu
-          Cukup lama karena perlu pengulangan
·         Penalaran dan kecermatan peserta didik yang tinggi


KEMAMPUAN SUMBER DAYA PENDUKUNG

·         Ketersediaan tenaga
·         Sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan
·         Biaya operasional pendidikan
·         Mnajemen Madrasah
·         Kepedulian stakeholdres Madrasah

INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) PESERTA DIDIK

·         KKM kelas 1 dapat didasarkan pada hasil seleksi PSB, tes seleksi masuk atau psikotes
·         KKM kelas 2 dan 3 didasarkan pada tingkat pencapaian KKM peserta didik pada semester  atau kelas sebelumnya

TUJUAN ANALISIS
Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan

MANFAAT ANALISIS
Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya

·         Analisis Pencapaian Ketuntasan Belajar Peserta Didik  Per KD
·         Rekapitulasi Pencapaian Ketuntasan Belajar Minimal
(by. Ircham Nizel)

Thursday, March 08, 2012

SELAMAT DATANG DI NIZEL ZONE


KAMI MASIH DALAM PROSES 

SILAHKAN MASUK

JANGAN LUPA KASIH KOMENTARNYA 
YA..........! THANK'S

Macam-macam Strategi Pemasaran Pendidikan


            
      Produk
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar bersangkutan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, organisasi, dan ide. Jadi, produk bisa berupa manfaat tangible maupun manfaat intangible yang dapat memuaskan pelanggan.

Harga (Biaya Pendidikan)
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu produk, organisasi pendidikan harus menetapkan harga/biaya pendidikan secara tepat. Harga merupakan satu-satunya unsur pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi institusi pendidikan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, distribusi informasi, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Disamping itu merupakan unsur pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat. Berbeda halnya dengan karakteristik produk atau komitmen terhadap sistem distribusi informasi.
Harga dalam dunia pendidikan bisa diungkapkan dengan berbagai istilah. Misalnya iuran SPP, komisi, gaji, honorarium dan sebagainya. dalam pandangan konsumen, harga seringkali digunakan sebagai indicator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu produk.

Strategi Distribusi Informasi
Strategi distribusi informasi berkenaan dengan penentuan dan manajemen saluran distribusi dipergunakan oleh organisasi atau produsen untuk memasarkan produk-produknya sehingga produk-produk tersebut dapat sampai ditangan konsumen yang menjadi sasaran dalam jumlah dan jenis yang dibutuhkan pada waktu yang diperulukan, dan tempat yang tepat. Berikut beberapa  strategi distribusi yang bisa digunakan antara lain:
a.      Strategi Saluran Distribusi Berganda
Saluran distribusi yang berbeda mungkin dibutuhkan untuk mencapai segemen-segmen pelanggan yang berbeda dalam pasar yang luas. Oleh karena itu beberapa perusahaan menerapkan strategi saluran distribusi berganda (multiple channel strategy) yaitu penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segemen pelanggan. Tujuannya dalah untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segemen pelanggan. Dengan menerapkan strategi ini institusi pendidikan dapat meningkatkan cakupan pasar, menurukan biaya saluran dan lebih menyeragamkan penjualan.
b.      Strategi Modifikasi Saluran Distribusi
Strategi modifikasi saluran distribusi (channel modification strategy) adalah strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang. Sistem distribusi memang perlu secara terus-menerus ditinjau dan diatur kembali untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan keadaan di pasar.
c.       Strategi Pengendalian Saluran Distribusi
Yang dimaksud dengan strategi pengendalian saluran distribusi (channel control strategy) adalah menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama. Adapun tujuan dari strategi pengendalian saluran distribusi adalah:
1)      Untuk meningkatkan pengendalian
2)      Memperbaiki ketidak efisienan
3)      Mengetahui efektivitas biaya melalui kurva pengalaman
4)      Mencapai skala ekonomis.


d.      Strategi Manajemen Konflik Dalam Saluran Distribusi
Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerjasama antar saluran meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi gontok-gontokan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal. Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain (dalam kasus organisasi menggunakan lebih dari satu saluran distribusi) yang menjual produk yang sama atau yang membawa informasi yang sama ke pasar sasaran yang sama.
Dalam pemasaran kita temukan ada yang berorientasi pada “profit organitation” dan ada pemasaran yang beroreintasi pada “non profit organitation”. Mengenai lembaga pendidikan adalah termasuk ke dalam non profit organization. lembaga pendidikan adalah sebuah kegiatan yang melayani konsumen, berupa murid, siswa, mahasiswa dan juga masyarakat umum yang dikenal sebagai “stakeholder”. Lembaga pendidikan pada hakekatnya bertujuan memberi layanan. Jadi strategi pemasaran jasa pendidikan berarti rencana yang komprehesif pada kegiatan lembaga pendidikan dalam memberi layanan jasa pendidikan yang memuaskan kepada pengguna dengan cara memperhatikan konsep, model, produk, biaya pendidikan dan strategi distribusi informasi jasa lembaga pendidikan.(by. Ircham Nizel)