Wednesday, April 07, 2010

BUDAYA BACA KEPADA MASYARAKAT PEMBACA

Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek), telah menuntut kepada masyarakat dunia agar mengikuti perkembangan yang selalu ada. Sifat iptek yang sangat dinamis, banyak menyisakan masyarakat yang tidak banyak disentuh oleh peradaban baru ciptaan iptek. Menjadi semakin terpuruk ke belakang. Kondisi demikian memperbesar disparitas kemajuan antara satu komunitas masyarakat dengan masyarakat yang lain.
Tekad pemerintah untuk menutupi segala kekurangan yang ada telah banyak dilakukan, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Subsidi Beras Untuk Rakyat Miskin (RASKIN), Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) sampai  Kridet Usaha Rakyat (KUR) yang khususnya ditujukan bagi masyarakat dibawah garis standar kewajaran.
Tetapi kunci untuk meningkatkan sumber daya manusia, yakni pendidikan belum mendapatkan perhatian yang penuh, dibanding dengan bidang lainnya meski sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun dalam pelaksanaannya masih sebatas lingkungan sekolah saja. Sedangkan dilingkungan lain masih terasa belum mencukupi sebut saja seperti lingkungan karangtaruna Desa, Masjid-masjid, Taman Hiburan Rakyat (THR) atau tempat-tempat strategis lainnya yang bisa mudah diakses oleh masyarakat. Belum ada semacam taman bacaan untuk masyarakat yang berada dibawah garis standar kewajaran. Sedangkan pendidikan merupakan bidang yang perlu mendapatkan akselerasi yang tangguh. Sehingga dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta masyarakat yang berdaya, dapat terealisir dalam jangka pendek.
Pada sisi lain budaya masyarakat kita yang masih mempergunakan bahasa lisan sebagai budaya umum, maka perlu dicarikan alternatif yang lebih cepat mengakses informasi yang valid dan realible. Upaya yang sangat mendasar untuk mendorong kemajuan pendidikan dan pemberian informasi yang akurat adalah dengan mendirikan Perpustakaan baik dilingkungan desa, masjid-masjid, taman hiburan masyarakat dan lain sebagainya. Apalagi pertanggungjawaban dari lisan kurang bisa dirasakan untuk kegiatan yang bersifat ilmiah. Disinilah letak informasi dan data lebih dapat dipertanggungjawabkan kepada para penggunanya. Lebih dari itu, perpustakaan akan membawa masyarakat untuk bisa lebih menghasilkan karya-karya yang sistematis dan logis, maka tidak heran jika intelectuall exercise menjadi wadah yang memadai. Karenanya kebutuhan akan buku dan informasi lainnya merupakan condition sine quo (syarat mutlak) dalam memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat. By. Ircham J. Nizel


2 comments:

Anonymous said...

Sepakat.................

Mynizel said...

cuma masalhnya elite politik kita kurang perhatian tuk masalah2 begini. dan lebih mementingkan posisi jabatannya sendiri, kalaupun ada ya hanya segelintir orang aja. disamping itu masyarakat kita sendiri jg blm merasa terbiasa membaca tapi masih sebatas melihat so setiap kemajuan yg ada kita cuma jadi penonton aja bukan terlibat langsung deh