Saturday, March 13, 2010

MEMAKNAI MAULID NABI MUHAMMAD SAW




 
Ah...! Muhammad, Muhammad
Betapa ku merindukanmu
Betapa hidupmu bertaburan emas permata kemuliaan
Sehingga luapan rinduku tak bisa dibendung
Jika seandainya rinduku ini sunggnh-sungguh
Betapa tak bisa dibandingkan dengan manusia manapun
Rinduku tidaklah seindah yang bisa kami ungkapkan dengan kata-kata
Akan tetapi tampaknya rinduku tidaklah sebesar itu kepadamu
Karena dalam kehidupanku sehari-hari
Aku lebih tertarik kepada hal-hal yang lain
Aku tentu akan datang ke acara peringatan kelahiranmu
Di kapungku sendiri ataupun di kampung orang
Namun pada saat itu wajahku tidaklah seceria
Tatkala aku datang ke maal, ke bioskop, ke pasar, ke tempat-tempat rekreasi
Aku mengirim Shalawat kepadamu,
seperti yang di anjurkan dalam firman-Nya
Karena Ia sendiri beserta para Malaikat-Nya juga memberi shalawat kepadamu
Namun umumnya itu hanya karena aku membutuhkan keselamatan diriku sendiri
Seperti juga kalau aku bersembahyang sujud kepada Allah
Kebanyakan diriku melakukannya hanya karena kewajiban
Tidak karena kebutuhan kerinduan atau cinta yang meluap-luap
Kalau aku berdo’a. Do’aku hanya berfokus pada kepentingan diriku sendiri

Ya…….Muhammad
Sesungguhnya aku tak patut untuk di sebut sebagai sahabatmu
Karena aku belum benar-benar mengikutimu
Aku masih takut dan terus-menerus tergantung pada kekuasaan kecil disekitarku
Aku takut kepada atasan
Aku tunduk kepada benda-benda
Aku sujud kepada uang
Dan begitu banyak hal-hal yang picisan
(by Ircham J. NiZel)



No comments: